Segini,Umur Yang Pas Untuk Menikah Bagi Perempuan dan Laki-Laki!

Mengetahui usia ideal menikah dapat mencegah sekaligus menurunkan angka pernikahan dini. Kondisi tersebut bisa berdampak buruk pada kesehatan mental pasutri. Usia ideal menikah secara fisik dan mental adalah 20 sampai 25 tahun bagi perempuan dan 25 sampai 30 tahun bagi laki-laki. Di usia tersebut, baik perempuan maupun laki-laki sudah mampu berpikir secara dewasa dan matang.

Di rentang usia tersebut, perempuan dan laki-laki tak hanya matang secara fisik dan mental, tapi juga finansial. Artinya, mereka dianggap sudah mampu menghidupi diri sendiri dan tanggungan lain setelah menikah nanti. Pernikahan dini bisa berdampak langsung pada kesejahteraan mental. Tekanan tidak mampu menjalani tugas sebagai orang tua dan masalah keuangan, bisa menyebabkan stres, depresi, bahkan bunuh diri.

Umur Yang Pas Untuk Menikah

Kalau dilihat dari batas usia ideal menikah yang ditetapkan undang-undang, menikah baru dibolehkan jika Anda berusia 19 tahun untuk pria dan 16 tahun untuk perempuan. Tak mengherankan jika pernikahan di usia muda sudah menjadi pemandangan biasa di negeri ini. Bahkan terkesan hampir dimuliakan. Ironisnya, masa remaja bukanlah rentang usia menikah yang paling ideal.

Berdasarkan data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), pernikahan dini di antara remaja usia belasan akhir hingga 20-an awal banyak terjadi atas alasan adat atau kehamilan di luar nikah. BKKBN juga melaporkan bahwa lebih dari 50 persen pernikahan dini berakhir dengan perceraian. Pasalnya, banyak anak remaja yang belum cukup dewasa (dalam hal kematangan cara berpikir untuk menyelesaikan masalah) dan kurang berpengalaman untuk menghadapi konflik rumah tangga, yang tentu berbeda total dari pertengkaran saat masa pacaran.

Baca Juga. Tips menikah muda

Kenapa Nikah Tidak Boleh Terburu-Buru

umur yang pas untuk menikah

1. Butuh Kesiapan

Menikah membutuhkan kesiapan. Tidak hanya siap untuk memiliki pasangan, namun banyak resikonya. Selain siap secara finansial, seseorang juga harus mempersiapkan mentalnya untuk menikah. Pasalnya, menikah bukan perkara bersenang-senang saja seperti yang digambarkan banyak orang. Banyak hal yang harus dikorbankan dan diperjuangkan. Kesiapan itu tidak bisa dipengaruhi oleh orang lain dan juga tidak bisa dibeli. Kesiapan itu murni muncul dari dalam hati. Sebelum kamu sendiri meyakini itu, tidak perlu terpengaruh dengan omongan orang lain.

Selain itu, menikah juga tidak cukup sekadar makan cinta. Maka kamu membutuhkan kesiapan secara finansial yang bisa menunjangnya. Tidak sekadar biaya untuk pernikahan, tapi juga untuk biaya hidup setelahnya. Belum lagi kalau langsung memiliki anak, maka kamu harus mempersiapkan dana sampai ke arah sana. Kamu harus mempersiapkan finansial dengan baik dan matang.

2. Menikah Adalah Komitmen Seumur Hidup

Memilih seorang menjadi pendamping hidup dan melangsungkan pernikahan bersamanya, itu artinya kamu mengikat komitmen seumur hidup. Bersamanya, kamu akan menjalani sisa usiamu yang masih ada. Senang dan sedih, berjuang bersama. Kalau kamu masih suka bosan ketika pacaran, masih senang bermain bebas leluasa, itu artinya kamu belum siap menuju pernikahan. Kamu belum siap untuk berkomitmen.

Maka, nikmati saja hidup yang ada. Dan jangan terlalu buru-buru untuk menikah. Karena setelah menikah, bukan berarti duniaku menjadi terkekang, hanya saja memang ada kewajiban yang membuatmu tidak begitu leluasa dan tidak bisa menjalani hidup seenaknya. Maka dari itu, puas-puaslah menikmati kebebasan sebelum hal itu tidak bisa lagi untuk kamu rasakan.

3. Harus Mempersatukan Dua Keluarga

Mempersatukan dua keluarga butuh waktu dan proses yang tidak sebentar. Kadang, memang ada ketidak cocokan. Namun hal itu biasanya bisa membaik seiring waktu. Jadi, kamu harus sabar dan tidak perlu terburu-buru. Nikmatilah waktu tersebut untuk mendekatkan diri kepada keluarga pasangan dan mencoba untuk membantu pasangan nyaman dengan keluarga kita. Karena bagaimanapun, pernikahan harus terjadi dengan restu dua keluarga.

4. Terburu-Buru Menimbulkan Masalah Baru

Hal yang terlalu terburu-buru sebenarnya tidak baik. Karena biasanya hal tersebut akan membuat kamu memiliki masalah baru. Misalnya adalah kamu belum terlalu kenal dengan pasanganmu sendiri, maka nantinya kamu akan menyesal mengetahui beberapa hal yang sebelumnya kamu tidak tahu. Selain itu, terlalu terburu-buru menyiapkan pernikahan juga bisa membuat persiapannya menjadi berantakan. Bagaimanapun, semuanya harus disiapkan dengan matang.

5. Jodoh Akan Datang Pada Waktu Yang Tepat

Setiap jodoh dari masing-masing orang, akan datang di waktu yang tepat. Tidak perlu khawatir direbut orang lain atau tidak kebagian jodoh. Karena sejak kita dalam kandungan saja, sudah ditentukan berjodoh dengan siapa, hingga kapan kematian tiba. Jadi, tidak perlu khawatir dalam menanti jodoh. Hanya perlu terus memperbaiki diri sehingga kita dijodohkan dengan orang yang baik.

Baca Juga. Pernikahan adat sunda

Kenapa Menikah Harus Dengan Umur Yang Matang

Umur yang pas untuk menikah

1. Emosi Lebih Stabil dan Karakter Jauh Lebih Baik

Dewasa memang tidak selalu bicara usia, tetapi memilih menikah di usia yang matang rentan akan mendorong emosi kamu jauh lebih stabil dibanding menikah di usia ‘dini’. Hampir secara keseluruhan ayat ini membicarakan mengenai Emosi ataupun karakter. Jadi jelas sekali kalau Allah menghendaki setiap kita memiliki Kasih, dan ini sangat berperan penting dalam kehidupan pernikahan. Sehingga di antara kamu perlu mempersiapkan diri dalam hal ini sejak usia dini.

2. Mapan Secara Ekonomi

Tetapi bukan berarti kamu malah tidak mempersiapkan perekonomianmu menuju sebuah pernikahan. Alkitab berkata “Iman tanpa perbuatan pada hakekatnya mati’. Jelas sekali bahwa kita tidak boleh seenaknya menyerahkan semua kendali kepada Allah padahal kita bisa melakukan sesuatu untuk itu. Itu dia alasannya, kamu masih memiliki waktu untuk mempersiapkan keuanganmu menuju pernikahan. Nggak usah kuatir menikah di usia matang karena semakin matang semakin banyak waktu.

3. Membahagikan Orang Tua

“Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.” Ayat ini menjadi salah satu alasan untuk banyak anak muda merasa memiliki tanggung jawab membahagiakan orangtua mereka. Namun, pernikahan bisa menjadi penghalang hal ini terjadi, sehingga tidak banyak orangtua merasa kesepian setelah anak-anaknya pada menikah. Karena setelah menikah, kamu harus membagikan fokus kamu lebih banyak kepada istri/suami dan anak-anakmu. Nah, menikah di usia matang membuat kamu memiliki banyak waktu dari hari ini untuk membagikan waktu dan kebahagiaan bersama orangtua kamu.

Baca Juga. Cara nabung untuk nikah gaji kecil

Persiapan Pernikahan Yang Harus Dipikirkan

umur yang pas untuk menikah

1. Persiapan Mental

Yang paling utama dalam persiapan pernikahan adalah persiapan mental. Calon pengantin antara pria dan wanita harus memiliki kesiapan mental jika ingin melakukan pernikahan. Pernikahan bukanlah suatu hubungan yang sederhana seperti pada saat masa pacaran. Kalian akan menghadapi hidup yang baru, menjalani suka dan duka hidup berdua dengan pasangan kalian, dan merasakan hal-hal lain yang belum pernah kalian rasakan berdua.

Persiapan mental ini juga berhubungan dengan persiapan kalian untuk membangun rumah tangga ketika sudah menikah. Mental yang sudah siap tentu akan membuat keluarga menjadi harmonis. Selain itu, kalian juga harus menyiapkan diri dari masalah yang akan datang di dalam rumah tangga kalian. Adanya kehidupan baru pasti juga ada masalah baru yang datang, kalian berdua harus bisa mencari solusi untuk hal tersebut. Karena sejatinya pasangan suami istri harus bisa memberikan solusi jika ada masalah keluarga yang terjadi, tidak boleh ada orang lain yang mencampuri urusan kalian berdua.

2. Persiapan Finansial

Selain mental, finansial pun juga harus dipersiapkan. Ketika ingin menikah tentu ada biaya-biaya yang harus dikeluarkan dalam acara pernikahan, ini menjadi hal yang penting untuk menikah. Setelah acara pernikahan finansial juga sangat penting untuk kehidupan rumah tangga kalian. Jika ingin menikah tentunya finansial kita harus stabil, kita harus punya pekerjaan tetap agar bisa menafkahi keluarga dengan aman. Banyak biaya yang harus dikeluarkan setelah menikah seperti memikirkan tempat tinggal, biaya hidup sehari-hari, biaya untuk anak, biaya untuk rumah, dan biaya lainnya untuk menyejahterakan keluarga

Setelah menikah juga kita tidak akan bergantung kepada orang tua, di mana dari kecil kita selalu dibiayai dan diberi uang jajan oleh orang tua. Setelah menikah kita harus mampu menghidupi diri  sendiri dan keluarga. Suami istri perlu bekerja sama untuk urusan finansial dan membicarakannya secara mendalam untuk masa depan keluarga.

Baca Juga. Tips sebelum menikah

3. Restu Dari Keluarga

Pernikahan tidak hanya menikahkan antara sepasang kekasih pria dan wanita saja. Melainkan pernikahan juga artinya menikahkan kedua keluarga antara keluarga pria dan keluarga wanita. Karena pernikahan ini akan menyatukan kedua keluarga maka harus dilandasi oleh restu dari keluarga juga, khususnya restu dari orang tua. Mempersatukan kedua keluarga adalah budaya yang ada di Indonesia. Meski yang menikah hanya sepasang kekasih, namun karena budaya yang sudah lama mengakar dan menjadi tradisi maka mempersatukan kedua keluarga adalah hal yang penting di dalam pernikahan.

Jika restu keluarga sudah didapatkan maka setelah menikah tentu keluarga baru kalian akan diperhatikan oleh kedua keluarga karena keduanya terlah merestui. Jika kalian tidak direstui tentu akan merepotkan hubungan kalian dengan keluarga ke depannya. Terutama pada saat ada acara besar keluarga kalian akan merasa sungkan jika pernikahan kalian tidak mendapat restu dari mereka.

4. Menentukan Jadwal Pernikahan

Hal lain yang tidak kalah penting adalah penentuan jadwal pernikahan. Jadwal pernikahan biasanya ditentukan ketika kedua keluarga sedang bersilaturahmi membicarakan masalah pernikahan. Agenda yang penting dalam pernikahan salah satunya adalah jadwalnya itu sendiri. Jadwal pernikahan diusahakan tidak mepet dengan tanggal ketika kalian merencanakannya. Misalnya kalian berunding jadwal pada bulan Januari maka kalian bisa menentukan acara pernikahan pada bulan Juli sampai Desember. Rentang waktu yang lama tersebut bisa digunakan untuk mempersiapkan hal-hal lainnya. Waktu yang cukup lama juga akan membuat persiapan menjadi lebih matang.

5. Mengikuti Bimbingan Pranikah

Persiapan lainnya dalam pernikahan adalah dengan mengikuti bimbingan pranikah. Bimbingan pranikah sudah diatur dalam Undang-undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan. Dalam Undang-undang tersebut berisi tentang calon pengantin diwajibkan untuk mengikuti bimbingan pranikah yang diadakan oleh Kantor Urusan Agama Kementerian Agama RI. Bimbingan pranikah biasanya dilaksanakan selama dua hari dengan waktu yang ditentukan oleh pihak KUA setelah pasangan mendaftarkan diri untuk bimbingan pranikah.

Bimbingan pranikah ini sangat berguna untuk calon pengantin agar lebih paham mengenai seluk beluk pernikahan. Semua akan dijelaskan oleh ahlinya dalam proses bimbingan pernikahan ini. Pernikahan tidaklah suatu proses yang mudah maka dari itu diperlukan bimbingan yang cukup agar calon pengantin memahami risiko-risikonya.

6. Melakukan Tes Kesehatan

Sebelum melakukan pernikahan perlu melakukan tes kesehatan, sebagai calon pengantin tentu tes kesehatan adalah hal yang penting dilakukan sebelum pernikahan berlangsung. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi apakah ada penyakit-penyakit berbahaya yang ada pada diri calon pengantin atau tidak. Dalam melakukan tes kesehatan biasanya dilakukan beberapa tes meliputi, tes golongan darah dan rhesusnya, TORCH, tingkat gula darah, USG Ginekologi, dan penyakit menular.

Melakukan tes kesehatan dianjurkan jauh-jauh hari sebelum acara pernikahan berlangsung, misalnya enam bulan sebelum pernikahan. Hal tersebut dilakukan jika ada suatu penyakit maka bisa dilakukan penanganan medis secara segera dan pernikahan bisa berlangsung lancar setelah itu.

7. Menentukan Budget Pernikahan

Budget adalah hal  yang perlu dipersiapkan pada awal rencana ingin mempersiapkan pernikahan. Budget adalah hal yang sensitif untuk dibicarakan karena menyangkut keseluruhan acara pernikahan. Konsep, katering, dan tempat pernikahan akan sesuai dengan keinginan jika memiliki budget yang cukup. Calon pengantin harus berunding untuk budget pernikahan. Karena konsep dan hal-hal lain yang berhubungan dengan acara pernikahan ada di tangan calon pengantin. Jika ada keterbukaan antar calon pengantin maka akan lebih mudah untuk mempersiapkan acara pernikahan.

Kalian juga bisa menyesuaikan acara pernikahan dengan budget yang kalian miliki. Biasanya pihak keluarga juga ikut memikirkan apa saja yang ada di dalam acara pernikahan termasuk adat dan tradisi yang dilakukan. Jika budget sudah sesuai maka acara dapat berlangsung dengan aman.

8. Menentukan Konsep Pernikahan

Setelah selesai membicarakan masalah budget, selanjutnya menuju pada konsep pernikahan. Konsep pada pernikahan biasanya berdasarkan keinginan dari calon pengantin, namun tidak menutup kemungkinan pihak keluarga juga ikut campur dalam hal ini. Biasanya pihak keluarga menyarankan memasukkan adat pernikahan dalam konsep pernikahan anaknya.

Sebelum menentukan konsep secara mendalam, kamu bisa memilih konsep dasar dari acara pernikahanmu. Konsep-konsep dasar tersebut seperti formal, semi formal, atau santai. Setelah menentukan konsep dasar, kamu bisa menentukan konsep secara detail. Konsep pernikahan secara detail bisa kamu dapatkan dari berbagai sosial media. Kamu bisa memilih dan memilah agar mendapatkan inspirasi dari beragam konsep yang ada. Kamu bisa menyesuaikan konsep sesuai keinginanmu dan pasanganmu. Konsep detail pernikahan bisa dipilih dengan adat istiadat atau konsep modern universal. Kamu bisa membicarakannya dengan keluarga dan pasanganmu.

9. Menggunakan Jasa Wedding Organizer

setelah menentukan konsep pernikahan, kalian bisa menggunakan jasa wedding organizerdalam mewujudkan konsep pernikahan kalian. Dengan jasa wedding organizerkalian akan dimudahkan karena kamu tidak mengurusnya sendirian. Kalian bisa tinggal memberikan konsep kepada mereka dan mereka akan mengurus semuanya. Biaya menggunakan jasa wedding organizerdengan mengurus sendiri tidaklah jauh berbeda.

Jasa wedding organizerbisa menyesuaikan hal-hal yang dibutuhkan dalam acara pernikahan seperti MC, musik, katering, tempat, dekorasi, dan paket lain yang disediakan oleh jasa wedding organizer. Hal ini juga bisa kalian bicarakan dengan pasangan kalian untuk menentukan apakah akan menggunakan jasa ini atau mengurus pernikahan kalian sendiri.

10. Menentukan Katering

Katering merupakan budget yang paling besar dikeluarkan dalam acara pernikahan. Katering juga sangat berpengaruh dengan tamu undangan kalian. Katering yang bagus tentu tamu undangan akan merasa senang karena disajikan hidangan yang membuat mereka kenyang dan takjub karena adanya beragam menu yang ada. Sebelum menentukan katering kalian juga harus melihat berapa jumlah tamu yang datang. Kalian bisa mengira-ngira dari jumlah undangan yang kalian sebar untuk tamu undangan. Hal ini dilakukan agar dalam acara pernikahan kalian tidak terjadi kekurangan makanan.

Selain itu, kalian juga bisa mencicipi makanan yang ingin kamu jadikan hidangan pada acara pernikahan kalian. Mencicipi makanan sangat penting, karena kalian juga harus memastikan makanan yang kalian pesan untuk acara pernikahan kalian hasilnya sesuai dengan yang kalian harapkan. Kalian juga bisa berkonsultasi dengan pihak katering karena mereka juga bisa menyesuaikan jumlah porsi yang tepat.

11. Menentukan Tempat Pernikahan

Ketika kamu sudah memiliki konsep pernikahan kamu kamu bisa mewujudkannya dengan menentukan tempat yang ingin kamu pilih untuk acara pernikahan kamu. Tempat pernikahan yang biasa digunakan adalah gedung atau hotel. Biasanya dalam memilih gedung memiliki kesulitan karena banyaknya gedung yang sudah dipesan. Memilih gedung pernikahan juga berdasarkan budget yang dimiliki. Jika gedung yang sesuai budget telah dipesan orang lain maka akan menjadi hambatan.

Kalian bisa mengantisipasi kehabisan tempat pernikahan dengan membuat daftar tempat pernikahan yang ingin kalian pesan. Kalian harus ada rencana lain ketika tempat pernikahan yang satu sudah penuh maka kalian bisa memesan tempa yang lain. Jika tempat pernikahan sudah dipesan dan sesuai keinginan maka persiapan lain terasa lebih mudah untuk direalisasikan.

12. Menentukan Dekorasi

Jika tempat pernikahan sudah ditentukan maka selanjutnya adalah mendekor tempat pernikahan sesuai dengan konsep yang kamu miliki. Kalian juga bisa menyerahkan konsep dan dekorasi yang dipasang di tempat pernikahan kalian dengan jasa wedding organizer.Mereka memiliki banyak pengalaman dalam mengatur acara pernikahan, tentunya mereka bisa menyarankan dekorasi yang cocok dengan konsep pernikahanmu.

Dekorasi juga hal yang penting karena dekorasi adalah hal yang pertama kali dilihat oleh tamu undangan ketika memasuki gedung pernikahan. Dekorasi harus terlihat bagus agar tamu merasa senang ketika melihatnya. Tentunya dekorasi harus cocok dengan konsep sebelumnya.

13. Baju Pengantin

Baju pengantin juga tidak kalah penting karena baju pengantin adalah hal yang paling dilihat oleh para tamu undangan. Baju pengantin yang dikenakan juga harus sesuai dengan konsep. Jika konsep pernikahanmu sesuai dengan adat istiadat maka kamu harus memakai baju adat yang sesuai. Sedangkan jika memiliki konsep modern atau yang lainnya, kamu bisa menyesuaikannya lagi dengan konsep tersebut.

Jika kamu pusing dengan harga pengantin yang mahal jika membuatnya maka kamu bisa saja menyewa baju pengantin. Baju pengantin hanya sekali saja dipakai, kamu tidak perlu repot membuatnya atau membeli, kamu bisa menyewanya untuk acara pernikahanmu. Biasanya baju pengantin tidak hanya satu saja, namun ada baju ganti yang lain agar pengantin selalu terlihat segar jika acara berlangsung lama.

14. Undangan Pernikahan

Hal penting lainnya adalah undangan pernikahan. Undangan pernikahan harus memiliki desain yang bagus juga. Lebih bagus lagi jika desain undangan pernikahan sesuai dengan konsep pernikahan yang telah dibuat. Kalian bisa membuat undangan pernikahan dengan dua cara yaitu secara digital dan secara fisik seperti undangan pada umumnya. Undangan versi digital bisa kalian buat semenarik mungkin dan disebarkan lewat sosial media. Untuk undangan fisik atau konvensional juga hal yang penting disiapkan karena hal tersebut adalah kebiasaan dalam pernikahan di mana undangan selalu dalam kondisi cetak atau fisik.

Selain desain, jumlah undangan juga harus disesuaikan dengan budget yang kalian miliki dan besar gedung pernikahan kalian. Jika memiliki gedung yang luas dan budget yang besar, kalian bisa mengundang tamu yang banyak. Namun, jika gedung pernikahanmu tidak begitu besar, dan budget yang kamu miliki tidak cukup banyak, kamu bisa mengundang tamu sesuai yang kamu inginkan jumlahnya.

15. Cenderamata Pernikahan (Souvenir)

Cenderamata juga hal yang penting untuk dipikirkan. Cenderamata bisa menjadi kenang-kenangan yang kamu berikan kepada tamu undanganmu. Jika kamu memberikan cenderamata yang berkesan maka pernikahanmu tentunya akan diingat oleh teman-teman dan keluarga yang kamu undang.

Kamu bisa memilih cenderamata pernikahan sesuai dengan konsep pernikahanmu. Sesuai konsep agar semuanya serasi. Jika semua serasi maka akan terlihat bahwa acara pernikahanmu ini telah memiliki struktur yang baik. Tamu undangan yang menerima juga akan senang kalau cenderamata yang kamu berikan itu berguna, bukan hanya sebagai pajangan saja. jika kalian ingin menikah gunakan lah jasa Paket wedding murah Jakarta.supaya pernikahan kalian bisa bagus dengan harga terjangkau.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *